Taman sari
Masa kecilku ditaman sari Banda Aceh tahun 1994 dulu sangat banyak wahana bermain.outdoor Mulai dari prosotan, ayunan,ayunan putar, jungkat-jungkit,patung kuda,tangga, gunungan, goa buatan dll. Waktu itu banyak telpon umum di tempat publik, dengan memasukkan koin 100 untuk bisa terhubung. Suasana begitu menyenangkan di kala itu. Saat istirahat di kantin di sungguhi teh dingin. teh dingin nya keburu habis mie goreng pun belum siap dihidangkan. Di karena kan cuaca panas. Sekitar 500 meter ada masjid raya Baiturrahman kurang lengkap ke Banda Aceh sebelum mengunjungi masjid tsb.di sore hari banyak pengunjung disana yg duduk di taman dan kolam ikan depan masjid raya. Becak motor dayung sebagai transpor dg ongkos 500 perak. Meskipun banyak juga orang yg jalan kaki, Toko simbun Sibreh salah satu tempat di jual roti bantal selei srikaya dg harga rp 1.500 . Sebelum musibah kebakaran supermarket Suzuya tempat belanja sangat megah di kala itu dg eskalator dan ac central. Banda Aceh salah satu kota primadona dikala itu selain Lhoksumawe kota Pedro dolar. Nostalgia di masa lalu menjadi kesenangan tersendiri, lebih lagi kita abadikan dalam bentuk tulisan. Ayo budaya literasi.
Kita tidak hanya di tuntut membaca namun juga ikut menulis. Wassalam terimakasih


Comments
Post a Comment