Pendidikan kesehatan
1.
Latar Belakang
Pendidikan
kesehatan tidak lepas dari proses belajar. Belajar sebenarnya merupakan suatau
usaha untuk memperoleh hal-hal baru dalam tingkah laku (pengetahuan, kecakapan,
keterampilan, dahn niali-nilai) denngan aktivitas kejiwaan sendiri. (kartikasari
2013)
Pendidikan
kesehatan adalah suatu proses perubahan pada diri manusia yang ada hubungannya
dengan tercapainya tujuan kesehatan perorangan dan masyarakat. (Ali zaidin.
2010)
Promosi kesehatan suatu proses yang meningkatkan
orang untuk meningkatkan kendali/ control atas kesehatan dan meningkatkan kasus
kesehatan mereka untuk mencapai status kesehatan paripurna baik fisik, mental
dan kesejahteraan sosial . setiap individu / kelompok harus mengidentifikasi
setiap aspirasi untuk memenuhi kebutuhan dan mengubah/ mengantisipasi
lingkungan kesehatan sebagai sumber kesehatan sehari-hari. Promosi kesehatan
bukan saja tanggung jawab sektor kesehatan tapi meliputi sektor lain. Yang
mempengaruhi gaya hidup sehat dan kesejahteraan sosial serta diperlukan
bidangnya memonitor dan evaluasi setiap kegiatan yang berlangsung supaya dapat
memberikan informasi secara dini terhadap masalah atau kendala yang di hadapi.
(Notoadmojo soekijo, 2007)
2.
Masalah
Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Ottawa Canada
tahun 1986 , merumuskan strategi kesehatan yang di kelompokkan menjadi 5 butir.
a.
Kebijakan
berwawasan kesehatan (Healhty public
poliy)
Kegiatan ini ditujukan kepada para
pembuat keputusan atau penentu kebijakan, sehingga dikeluarkan atau
dikembangkannya. Kebijakan pembangunan yg berwawasan kesehatan. Setiap
kebijakan pembangunan di bidang apa saja harus mempertimbangkan dampak kesehatan
bagi masyarakat. Misalnya apabila orang akan mendirikan pabrik maka sebelumnya harus dilakukan analisis
dampak lingkungan akan tercemar oleh limbah pabrik tersebut.
b.
Lingkungan yang
mendukung (Supportive environment)
Kegiatan untuk mengembangkan jaringan
kemitraan dan suasana yang mendukung. Kepada para pimpinan organisasi dan
pengelola tempat umum (public places). Fungsi agar memperhatikan dampak
lingkungan baik fisik atau nonfisik agar kondusif terhadap masyarakat.
c.
Reorientasi
pelayanan kesehatan (Reorient healt service)
Kesehatan masyarakat bukan hanya
masalah pihak pemberi pelayanan (provider), baik pemerintah maupun swasta saja,
melainkan juga masalah masyarakat sendiri (konsumer). Oleh sebab itu
penyenlenggara pelayanan kesehatan juga merupakan tanggung jawab bersama antara
pihak pemberi pelayanan (konsumer). Dewasa ini titik beratkan pelayanan
kesehatan masih berada pada pihak pemerintah dan swasta, dan kurang melibatkan
masyarakat dalam pelayanan kesehatan berarti memberdayakan masyarakat dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatannya sendiri. Bentuk pemberdayaan
masyarakat (LSM) yang peduli terhadap kesehatan, baik dalam bentuk pelayanan
maupun bantuan-bantuan teknis (pelatihan), sampai dengan upaya-upaya swadaya
masyarakat sendiri.
d.
Ketrampilan
individu (personal skill)
Kesehatan masyarakat adalah kesehatan
agregat, yang terdiri dari kelompok, keluarga dan individu. Oleh sebab itu
kesehatan masyarakat terwujud apabila kesehatan kelompok kesehatan
masing-masing keluarga dan kesehatan individu terwujud. Oleh sebab itu
meningkatkan ketrampilan setiap anggota masyarakat agar mampu memlihara dan
meningkatkan kesehatan mereka sendiri (personal skill), adalah sangat penting.
Masing-masing individu di dalam masyarakat mempunyai pengetahuan dan kemampuan
yang baik terhadap cara mememlihara kesehatannya.
e.
Gerakan
masyarakat (Community action)
Kesehatan
masyarakat terwujudnya kesehatan kelompok, kelauarga dan individu. Kegiatan
tersebut efektif jika melibatkan unsur yang ada dalam masyarakat tersebut
bergerak bersama-sama. Wujud dari gerakan masyarakat (Community action).
(Kenney christense, 2009)
3.
Kesimpulan
·
Setiap kebijakan
pembangunan di bidang apa saja harus mempertimbangkan dampak kesehatan bagi
masyartakat.
·
Memperhatikan
dampak lingkungan baik fisik atau non fisik agar kondusif bagi kelestarian
alam.
·
Masalah
kesehatan adalah tanggung jawab bersama.
·
Masyarakat harus
bahu-membahu dalam memeliha kesehaatan bersama
·
Agar terciptanya
susasana yang kondusif dimana individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
mengubah sikap dan tingkah lakunya.
4.
Saran
·
Di harapkan
organisasi kesehatan dan unsur lain nya menjaga kelestaraian alam demi
kesehatan bersama dengan memberi pendidikan kesehatan.
·
Masayarakat
harus berperan aktif dalam mencari informasi pendidikan kesehatan baik di media
cetak dan elektronik, dan menjadi masyarakat yang cinta hidup sehat.
.
DAFTAR PUSTAKA
Christense kenney
(2009) Proses Keperawatan. Aplikasi
modesl konseptual. Buku kedokteran
EGC; Jakarta
Noto admojo soekidjo
(2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu
Prilaku. Bineka cipta; jakarta
http;//googleweblight.com/?lite_url=http;//kartikasari2013/04/makalah-monitoring-dan
evaluasi (di unduh 13 november 2015)
Zaidin Ali (2009). Dasar-dasar Pendidikan Kesehatan
Masyarakat dan Promosi Kesehatan. Trans info media; Jakarta

Comments
Post a Comment