ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


 A.     Pengkajian

Keluarga Bpk AG adalah keluarga orang tua tunggal ( The single parent family ) Bpk Ag bersuku Aceh dan beragama islam. keluarga Bpk Ag mempunyai tiga orang anak,anak yang pertama berumur 30 tahun yang bernama tn.IS  berjenis kelamin laki-laki,anak yang kedua berumur 28  tahun yang bernama ny. Z  berjenis kelamin perempuan, anak ketiga berumur 25 tahun yang bernama tn. M  berjenis kelamin laki-laki.

 

Data Umum

Nama Kepala Keluarga           :  Bpk Ag 

Umur Kepala Keluarga           :  78 tahun

Alamat Kepala Keluarga         :  Aceh

Pekerjaan Kepala Keluarga    :  Pensiun/ pns

Pendidikan Kepala Keluarga   :  Diploma 3

Komposisi Keluarga              

No

Nama Anggota Keluarga

JK

Hub .Dg. Kep. Keluarga

Umur

Pend.Terakhir

1.

2.

3.

4

 

Bpk Ag

An, Is

An. Z

An, M

 

L

P

P

P

 

Kepala keluarga

Anak 1

Anak 2

Anak 3

 

78 th

30 th

28 th

25 th

 

Sma

S1

S1

D3

 

1)      Genogram :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                                                                                                           

 

 
          Keterangan :

                                                                                                : serumah

                        :  Laki-laki                                                         

                                                                                                : Meninggal

                        : Perempuan                                                                 :

 

           

2)      Tipe Keluarga :

Keluarga Bpk Ag  termasuk keluarga kecil yang terdiri dari Kepala Keluarga,  3 orang anak.

3)      Suku Bangsa :

 Seluruh Anggota Keluarga berasal dari suku Aceh, Indonesia.

4)      Agama :

Semua anggota keluarga menganut agama Islam dan mereka taat beribadah dan menjalankan perintah Allah SWT.

5)      Status Sosial Ekonomi keluarga :

    Kepala Keluarga                 : 3.500.000,-/bln

    Anak ke-1                           : 1,800.000,-/bln

    Anak ke-2                           : 100.000,-/bln

    Anak ke-3                            : 250,000,-/bln

Untuk pendapatan KK ,  Rp 2.500.000,-/bln dengan rata-rata pengeluaran Rp.1.700.000,-/bln. Dilihat dari penghasilan anggota keluarga dan harta benda yang dimiliki dalam keluarga, keluarga tersebut mempunyai status social ekonomi sedang.

6)      Aktivitas rekreasi keluarga :

Setiap hari  KK dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan akan rekreasi dan hiburan biasanya menonton TV, berkumpul dengan keluarga dan melepas lelah diruang keluarga. Untuk rekreasi khusus keluarga tidak pernah, tetapi pribadi anggota keluarga ada kadang-kadang menanam sayuran di kebun

B.     Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga

1)      Tahap Perkembangan Keluarga saat ini

Keluarga Bpk.Ag mempunyai 3 orang anak, anak pertama laki-laki dengan umur 30  thn, anak kedua perempuan dengan umur 28 thn dan anak ketiga laki-laki dengan umur 25 thn, maka keluarga Bpk.Ag berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak dewasa.

2)      Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi

Adanya masalah kesehatan yang dihadapi oleh Ibu Kh yang  menderita   gastri

Adanya masalah kesehatan yang di hadapi Bpk Ag adalah gangguan pola tidur

3)      Riwayat Keluarga Inti

Dalam keluarga tidak ada riwayat penyakit menular, menahun, dan menurun. Riwayat    kesehatan masing-masing anggota keluarga adalah sebagai berikut :

 Kepala Keluarga        : Klien tidak pernah menderita penyakit yang serius Cuma batuk biasa

 Anak ke-1       : tidak ada riwayat sakit yang mengharuskan klien untuk berobat ke RS.

 Anak ke-2       : tidak ada riwayat sakit yang mengharuskan klien untuk berobat ke RS.

 Anak ke-3       : tidak ada riwayat sakit yang mengharuskan klien untuk berobat ke RS.

4)      Riwayat Keluarga Sebelumnya

           Dalam keluarga sebelumnya belum pernah mengindap penyakit yang serius.

C.     Pengkajian Lingkungan

1)      karakteristik rumah

         Luas tanah      : 25 x 30 m2                                Luas Rumah : 20 x 11m2

         Tipe Rumah : Rumah setengah permanen dengan jumlah ruang 6 kamar tidur, 1 ruang tamu sekaligus ruang keluarga, 1 dapur, kamar mandi dan WC  3 buah, Jumlah jendela 9, setiap ruangan dimanfaatkan sebagaimana fungsinya secara optimal. Peletakan perabot rumah tangga tertata dengan rapi.  ada septic tank,  jarak antara wc dengan sumber air kurang lebih 10 meter, sumber air minum air masak

 

    

    Denah Rumah :        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Keterangan:

                   : pintu

                   : jendela

 

                                                                        

2)      Karakteristik Tetangga Dan Komunitas RW

            Keluarga mengatakan selama ini tetangga-tetangganya mempunyai kebiasaan mengaji bersama, apabila ada salah satu tetangganya yang sakit mereka saling membantu dan keluarga juga mengatakan hubungan keluarga dengan tetangga tampak baik dan harmonis. Keluarga merasa nyaman hidup di tengah-tengah mereka karena meraka saling membantu dan tidak merungikan dalam berbagai hal.

3)      Mobilitas Geografis Keluarga

Sejak lahir sampai sekarang keluarga Bpk. Ag  tidak pernah berpindah tempat tinggal ke desa lain.

4)      Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi Dengan Masyarakat

Setiap hari, pada saat sore dan malam hari klien dan keluarganya selalu meluangkan waktu untuk berkumpul. Keluarga klien juga berinteraksi baik dengan masyarakat disekitar.

5)      Sistem Pendukung Keluarga

Semua anggota keluarga dalam kondisi sehat. Antara anggota keluarga saling menyayangi satu sama lain keluarga klien memiliki fasilitas kesehatan MCK, tempat tidur, sumber air bersih, dan sepeda mootor sebagai sara transportasi, sedangkan fasilitas sosialnya berupa gotong royong sedangkan dukungan psikologi dan spiritual keluarga terpenuhi dengan baik.

D.     Struktur keluarga

1)      Pola Komunikasi Keluarga

Bahasa komunikasi yang digunakan dalam keluarga dan dengan masyarakat adalah bahasa Aceh dan . Komunikasi antara keluarga lebih sering mulai sore hari karena hampi semua anggota keluarga pulang kerja disore hari.

2)      Struktur Kekuatan Keluarga

              Dalam keluarga keputusan yang diambil adalah hasil musyawarah bersama, dan pengambilan keputusan utama adalah Bpk. Ag sebagai kepala rumah tangga.

3)      Struktur Peran

Bpk. Ag :

-   peran informal : hanya sebagai anggota masyarakat

-   peran formal : menjadi kepala keluarga, ayah

Anak ke-1 :

-   peran informal : sebagai anggota masyarakat

-   peran formal : sebagai anak

Anak ke-2 :

-   peran informal : sebagai anggota masyarakat

-   peran formal : sebagai anak

Anak ke-3 :

-   peran informal : sebagai anggota masyaarakat, mahasiswa dan santri

-   peran formal : sebagai anak

4)      Nilai dan Norma keluarga

 Dalam keluarga Bpk.Ag tidak menerapkan aturan-aturan tertentu dalam keluarga. Keluarga hanya menjalankansesuai dengan ketentuan yang berlaku di masyarakat dan syariat Islam yang berlaku di Aceh.     

E.     Fungsi Keluarga

1. Fungsi Afektif

Keluarga klien saling memberikan perhatian dan kasih sayang. Klien selalu mendukung apa yang dilakukannya selama dalam batas kewajaran dan tidak melangga etika dan sopan santun. Diterapkannya demokrasi dalam mengatasi permasalahan keluarga.

2. Fungsi Sosial

Interaksi antara anggota keluarga terjalin baik, masing-masing anggota keluarga masih memperhatikan dan menerapkan etika sopan santun dalam berperilaku.

 

3. Fungsi Perawatan Kesehatan

a.       kemampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan

          keluarga cukup mengetahui mengenai penyakit terbukti dengan segera pergi ke Puskesmas apabila gangguan pola tidur

b.      Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat

-   anggota kelurga mengerti potensi yang ada pada setiap anggota kelurga dan mengerti tentang sumber-sumber kelurga yang dimiliki

-   Keluarga secara keseluruhan mampu mempertahankan kondisi kesehatan mereka.  tidur tidak teratur, mengatur waktu antara bekerja dan berkumpul dengan keluarga kurang baik, terbukti keluarga mengutamakan pekerjaan.

c.       Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

-   pegetahuan keluarga mengenai penyakit baik

-    jika anggota keluarga ada yang sakit dan sekiranya perlu penanganan tenaga kesehatan, maka keluarga akan mempercayakan perawatan dan penyembuhan pada tenaga kesehatan. Namun bila sakitnya masih tergolong ringan, keluarga cukup menganjurkan istirahat, pemenuhan kebutuhan dan konsumsi obat antiseptic, generic, dll dari apotek atau warung kepada anggota keluarga yang sakit.

-   Untuk berjaga-jaga, keluarga hanya menyediakan obat-obatan yang sering dikonsumsi dan cocok bagi masing-masing anggota keluarga. Apabila penyakit yang diderita dirasa parah, keluarga langsung membawa ke tenaga kesehatan.

-   Keluarga memberikan perhatian, kasih sayang dan support agar dapat membantu proses penyembuhan.

d.   Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat :

-   keluarga cukup mengerti tentang kesehatan pada anggota keluarganya

-   anggota keluarga cukup peka terhadap anggota keluarga yang sakit. Namun, terkadang maslah kesehatan tersebut dianggap sepele atau tidak begitu diperhatikan secara lebih lanjut.

-   Keluarga tetap berusaha agar penyakit yang diderita tidak kambuh dan selalu mencari solusi jika keluarga sakit.

-   Keluarga sangat cemas dengan kemungkinan penyakit yang menyerang anggota keluarga yang lain.

-   Keluarga selalu menanggapi setiap masalah kesehatan secara positif

5.  fungsi reproduksi

a.  jumlah anak yang dimiliki Bpk.Ag ada 3 orang  yaitu 2 laki-laki dan 1 perempuan

b.  keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga dengan menjaga jarak kelahiran anak yang satu dengan yang lainnya.

    6. fungsi ekonomi

-   keluarga mampu memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan dari pendapatan yang diterima per bulan.

-   keluarg mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada, seperti puskesmas dll.

F.      Stress dan Koping Keluarga

      1. stressor jangka pendek dan jangka panjang

-  stressor jangka pendek :  tidak ada

-  stressor jangka panjang : meninggal nya istri kepal keluarga sejak 3 tahun lalu

       2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi atau stressor

Untuk stressor jangka panjang keluarga (kepala keluarga) berusaha mencegah kekambuhan

      3. strategi koping yang digunakan

Mengaji , membaca tafsir Alquran membaca buku berusaha untuk selalu menyelesaikan sendiri dan bertawakkal kepada Allah SWT.Bila ada permasalahan dalam keluarga, sering diselesaikan dengan musyawarah.

4. strategi adaptasi disfungsional

Keluarga tidak pernah melakukan kekerasan, perlakuan kejam terhadap anak, mengkambing hitamkan anak, memberikan ancaman dalam menyelesaikan masalah.

G.    Pemeriksaan Fisik

1.   Bpk Ag (kepala keluarga)

TD        : 100/80 mmHg

R           : 24 x/menit

N           : 80 x/menit

S            : 36 0C

  KEPALA

-          Rambut dan kulit kepala

Inspeksi : rambut lurus,uban, kulit sawo matang

-          Mata

Inspeksi : kedua mata simetris, konjungtiva tidak pucat

-          Hidung

Inspeksi : hidung simetris, tidak ada pembesaran polip

-          Mulut dan faring

-          Telinga

Inspeksi : kedua telinga simetris

  LEHER

Inspeksi : tidak ada nodul

  DADA

Pergerakan dada terlihat saat inspirasi, Suara jantung S1 dan S2 tunggal, tidak terdapat palpitasi, suara mur – mur tidak ada ronchi (-), wheezing (-), nafas cuping hidung (-).

  ABDOMEN

Pada pemeriksaan abdomen tidak didapatkan adanya pembesaran hepar, pergerakan peristaltik usus baik.

  EKSTREMITAS

Inspeksi : anggota gerak lengkap, tidak ada luka, bekas jahitan, tidak ada kelainan pada jari tangan dan kaki.

 

H.    Harapan Keluarga Terhadap Petugas Kesehatan

Keluarga berharap agar mampu memberikan pelayanan yang baik dan tepat pada siapa saja yang membutuhkan tidak hanya pasien yang di RS tetapi juga warga masyarakat yang membutuhkan bantuan pelayanan kesehatan. Jangan membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan antara masyarakat miskin dengan kaya.

I.       Pengkajian Fokus

-          Hubungan anak terhadap orang tua baik, walau pun sibuk bekerja ayah selalu meluangkan waktu disela- sela pekerjaan untuk Pulang kerumah

-          Hubungan anak dengan adiknya sangat baik.

-          Orang tua membentuk jaringan dengan anak dengan cara tiap hari selalu meluangkan waktu dirumah, tetap memberikan kasih sayang, perhatian kepada seluruh keluarga dan tetap menjaga komunikasi dengan baik.

-          Pelaksanaan tugas dan fungsi keluarga tetap terjaga dengan baik orang tua memiliki tugas sebagai kepala keluarga,

J.      Analisa Data

SIMPTOM

ETIOLOGI

PROBLEM

DO: keluarga / kepala keluarga tampak sering tiduran dan berkumpul diruang tamu. Sering menguap

DS: keluarga/ kepala keluarga mengaku masih sedikit cemas dan tidak bisa tidur dengan nyenyak, sering terjaga di malam hari dan sulit melanjutkan tidur

kecemasan atau trauma yang dirasakan. Akibat Meninggalnya istri kepala keluarga

Sindrom pasca trauma

 

1.      Sindrom pasca trauma kecemasan atau trauma yang dirasakan berhubungan dengan Akibat Meninggalnya istri kepala keluarga

 

No.

Kriteria

Penghitungan

Skor

Pembenaran

1

Sifat masalah: aktual

3/3x1 = 1

1

Masalah actual karena mekanisme koping keluarga /kepala keluarga kurang adekuat dan stressor sangat dirasakan

2

Kemungkinan masalah dapat diubah: sebagian

1/2x2 = 1

1

Semakin lama, stressor makin sedikit sehingga trauma dapat diatasi sebagian.

3

Potensial masalah untuk dicegah: cukup

2/3x1 = 1

2/3

Penerimaan dan keikhlasan terhadap suatu peristiwa dapat mengurangi trauma

4

Menonjolnya masalah: masalah berat, perlu penanganan serius

2/2x1 = 1

1

Trauma merupakan salah satu tanda keadaan psikologis yang terganggu

∑     :32/3

 

K.    Prioritas Masalah

1.      Sindrom pasca trauma pada keluarga Bpk. Ag berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat atas kecemasan atau trauma yang dirasakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMPLEMENTASI

Hari/tgl

No. Dx

I M P E L E M E N T A S I

Ket

Jumat

26/02/16

1

1.   Menganjurkan keluarga untuk mengungkapkan kecemasannya

Hasil : keluarga mengungkapakan kecemasannya

2.   Menganjurkan keluarga untuk mengurangi stressor yang menyebabkan kecemasan seperti anjurkan keluarga untuk tidak berfokus terhadap kejadian banjir yang paling berkesan dan merusak harta benda.

Hasil ; keluarga mendengarkan dengan baik apa yang disrankan, dan ingin mencoba melaksanakan apa yang telah dingajurkan perawat

3.   Menganjurkan keluarga untuk tetap mempertahankan mekanisme koping keluarga dalam menghadapi masalah

Hasil : keluarga mendengarkan dengan seksama anjuran yang diberikan perawat dan ingin memperbaiki koping keluarganya.

4.   Menganjurkan keluarga untuk menjaga hubungan social dengan tetangga yang memiliki kesamaan senasib dan sepenanggungan, menjaga keadaan psikis dengan mampu menerima dengan ikhlas keadaan yang menimpanya.

Hasil : kelurga menjaga hubungan social dengan tetangga yang memiliki kesamaan senasib dan sepenanggungan, menjaga keadaan psikis dengan mampu menerima dengan ikhlas keadaan yang menimpanya, meskipun jarang berkumpul dan berkomunikasi dengan mereka.

5.   Menganjurkan keluarga untuk meminta bantuan dari tenaga kesehatan dalam upaya mengurangi masalah kesehatan.

Hasil : keluarga menerima saran untuk meminta bantuan kepada tenaga kesehatan dan keluarga mengatakan akan melaksanakannya.

 

 

EVALUASI

No.

Hari/tgl

DIAGNOSA

E V A L U A S I

1

Selasa  /

01/03/16

Sindrom pasca trauma  kecemasan atau trauma yang dirasakan. Akibat Meninggalnya istri kepala keluarga  

: : keluarga/ kepala keluarga mengaku bahwa sudai mulai tenang merelakan kepergian istri

O : keluarga tampak lebih tenang dan sedang membaca alquran, sudah bisa tersenyum

A : masalah teratasi

P: intervensi : di berhentikan

 

 

Comments

Popular Posts