STRATGI MENETAPKAN EVALUASI DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN
DAFTAR ISI
1.
Latar
Belakang............................................................................................. 1
2.
Masalah........................................................................................................ 1
a.
Kebijakan
berwawasan kesehatan (Healhty public
poliy)
b.
Lingkungan
yang mendukung (Supportive environment)
c.
Reorientasi
pelayanan kesehatan (Reorient healt service)
d.
Ketrampilan
individu (personal skill)
e.
Gerakan
masyarakat (Community action)
3.
Kesimpulan.................................................................................................. 3
4.
Saran............................................................................................................ 4
5.
Daftar
Pustaka............................................................................................. 5
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah Penulis
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan
karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikanmakalah ini dengan judul Strategi
Menetapkan Evaluasi Dalam Pendidikan Kesehatan
Penulis
menyadari bahwa tiada manusia yang sempurna, karena manusia pasti mempunyai
kekurangan. Penulis juga tidak lepas dari sifat kekurangan itu, sehingga apa
yang tertulis dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis
usahakan semaksimal mungkin. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati
menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi menjadi lebih sempurna.
Semoga Allah SWT memberikan balasan atas segala jasa, kebaikan-kebaikan, serta
bantuannya yang telah diberikan kepada penulis.
Akhirnya
penulis berharap semoga makalah ini memberikan manfaat bagi penulis khususnya
dan bagi para pembaca pada umumnya. Amin.
Dalam penulisan proposal ini,
penulis banyak menerima bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak oleh karena
itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Ns Azwir
S.kep, MKM selaku pembimbing proposal ini.
2. Di samping itu penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa (i) Pendidikan Sekolah Ilmu Keperawatan Medikal Nurul Islam Sigli dan semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan kepada Penulis.
1. Latar
Belakang
Pendidikan
kesehatan tidak lepas dari proses belajar. Belajar sebenarnya merupakan suatau
usaha untuk memperoleh hal-hal baru dalam tingkah laku (pengetahuan, kecakapan,
keterampilan, dahn niali-nilai) denngan aktivitas kejiwaan sendiri. (kartikasari
2013)
Pendidikan
kesehatan adalah suatu proses perubahan pada diri manusia yang ada hubungannya
dengan tercapainya tujuan kesehatan perorangan dan masyarakat. (Ali zaidin.
2010)
Promosi kesehatan suatu proses yang
meningkatkan orang untuk meningkatkan kendali/ control atas kesehatan dan
meningkatkan kasus kesehatan mereka untuk mencapai status kesehatan paripurna
baik fisik, mental dan kesejahteraan sosial . setiap individu / kelompok harus
mengidentifikasi setiap aspirasi untuk memenuhi kebutuhan dan mengubah/
mengantisipasi lingkungan kesehatan sebagai sumber kesehatan sehari-hari.
Promosi kesehatan bukan saja tanggung jawab sektor kesehatan tapi meliputi
sektor lain. Yang mempengaruhi gaya hidup sehat dan kesejahteraan sosial serta
diperlukan bidangnya memonitor dan evaluasi setiap kegiatan yang berlangsung
supaya dapat memberikan informasi secara dini terhadap masalah atau kendala
yang di hadapi. (Notoadmojo soekijo, 2007)
2. Masalah
Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Ottawa Canada
tahun 1986 , merumuskan strategi kesehatan yang di kelompokkan menjadi 5 butir.
a.
Kebijakan
berwawasan kesehatan (Healhty public
poliy)
Kegiatan ini ditujukan kepada para
pembuat keputusan atau penentu kebijakan, sehingga dikeluarkan atau
dikembangkannya. Kebijakan pembangunan yg berwawasan kesehatan. Setiap
kebijakan pembangunan di bidang apa saja harus mempertimbangkan dampak kesehatan
bagi masyarakat. Misalnya apabila orang akan mendirikan pabrik maka sebelumnya harus dilakukan analisis
dampak lingkungan akan tercemar oleh limbah pabrik tersebut.
b.
Lingkungan
yang mendukung (Supportive environment)
Kegiatan untuk mengembangkan jaringan
kemitraan dan suasana yang mendukung. Kepada para pimpinan organisasi dan
pengelola tempat umum (public places). Fungsi agar memperhatikan dampak
lingkungan baik fisik atau nonfisik agar kondusif terhadap masyarakat.
c.
Reorientasi
pelayanan kesehatan (Reorient healt service)
Kesehatan
masyarakat bukan hanya masalah pihak pemberi pelayanan (provider), baik
pemerintah maupun swasta saja, melainkan juga masalah masyarakat sendiri
(konsumer). Oleh sebab itu penyenlenggara pelayanan kesehatan juga merupakan
tanggung jawab bersama antara pihak pemberi pelayanan (konsumer). Dewasa ini
titik beratkan pelayanan kesehatan masih berada pada pihak pemerintah dan
swasta, dan kurang melibatkan masyarakat dalam pelayanan kesehatan berarti
memberdayakan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya
sendiri. Bentuk pemberdayaan masyarakat (LSM) yang peduli terhadap kesehatan,
baik dalam bentuk pelayanan maupun bantuan-bantuan teknis (pelatihan), sampai
dengan upaya-upaya swadaya masyarakat sendiri.
d.
Ketrampilan
individu (personal skill)
Kesehatan
masyarakat adalah kesehatan agregat, yang terdiri dari kelompok, keluarga dan
individu. Oleh sebab itu kesehatan masyarakat terwujud apabila kesehatan
kelompok kesehatan masing-masing keluarga dan kesehatan individu terwujud. Oleh
sebab itu meningkatkan ketrampilan setiap anggota masyarakat agar mampu
memlihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (personal skill), adalah
sangat penting. Masing-masing individu di dalam masyarakat mempunyai
pengetahuan dan kemampuan yang baik terhadap cara mememlihara kesehatannya.
e.
Gerakan
masyarakat (Community action)
Kesehatan
masyarakat terwujudnya kesehatan kelompok, kelauarga dan individu. Kegiatan
tersebut efektif jika melibatkan unsur yang ada dalam masyarakat tersebut
bergerak bersama-sama. Wujud dari gerakan masyarakat (Community action).
(Kenney christense, 2009)
3. Kesimpulan
·
Setiap
kebijakan pembangunan di bidang apa saja harus mempertimbangkan dampak
kesehatan bagi masyartakat.
·
Memperhatikan
dampak lingkungan baik fisik atau non fisik agar kondusif bagi kelestarian
alam.
·
Masalah
kesehatan adalah tanggung jawab bersama.
·
Masyarakat
harus bahu-membahu dalam memeliha kesehaatan bersama
·
Agar
terciptanya susasana yang kondusif dimana individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat mengubah sikap dan tingkah lakunya.
4. Saran
·
Di
harapkan organisasi kesehatan dan unsur lain nya menjaga kelestaraian alam demi
kesehatan bersama dengan memberi pendidikan kesehatan.
·
Masayarakat
harus berperan aktif dalam mencari informasi pendidikan kesehatan baik di media
cetak dan elektronik, dan menjadi masyarakat yang cinta hidup sehat.
.
DAFTAR
PUSTAKA
Christense
kenney (2009) Proses Keperawatan.
Aplikasi modesl konseptual. Buku
kedokteran EGC; Jakarta
Noto admojo
soekidjo (2007). Promosi Kesehatan dan
Ilmu Prilaku. Bineka cipta; jakarta
http;//googleweblight.com/?lite_url=http;//kartikasari2013/04/makalah-monitoring-dan
evaluasi (di unduh 13 november 2015)
Zaidin Ali (2009). Dasar-dasar Pendidikan Kesehatan
Masyarakat dan Promosi Kesehatan. Trans info media; Jakarta

Comments
Post a Comment