Tragedi 26 Desember 2004
![]() |
![]() |
| jembatan ulelheu satu bulan pasca tsunami |
Keesokan
harinya ada kabar kedua kakak kami selamat karena masih di kost lueng bata
kebetulan daerah tersebut tidak di terjang tsunami. Abang yang pertama yang pns
di lembaga penjamin mutu pendidikan (lpmp) yang beralamat kantor di jalan ujong
bate belum ada kabar daerah tesebut dekat dengan laut namun banyak perbukitan
kami terus berdoa semoga tidak terjadi apa-apa sama beliau. Lima hari kemudian
baru ada kabar beliau selamat, saat kejadian abang dan kawan-kawan di kantor
kerja lembur saat terjadi gempa mereka keluar dan ada warga yang berteriak air
laut surut ayo kita lari kearah bukit kemungkinan terjadi gelombang besar,
sampai mereka ke atas bukit terbukti
terjadi gelombang besar yang kelihatanya putih saat gelombang pertama kemudian
berubah warna hitam pekat, mereka membuat tenda dan dapur umum seadanya di
bukit tersebut dan tidak berani turun selama 4 hari.
Gempa
dengan kekuatan 9,3 skala richter selama 10 menit berpusat di Samudra hindia
dengan kedalaman 10 kilometer di dasar laut. Di susul gelombang tsunami dengan
ketinggian 30 meter seperti Gedung berwarna hitam yang besar menuju ke daratan
menyapu semua bangunan-banguna, rumah-rumah serta gedung rata dengan lantai ada
yang sempat tidak mengenal bekas lantai rumah nya sendiri. coba bayangka kapal pltd apung yang besar dan
terseret sangat jauh dari bibir pantai sekarang sudah dijadikan mesuem tsunami.
Gempa
dan tsunami aceh menelan korban jiwa sebanyak 170.000 jiwa serta di perkirakan
lebih dari ratusan rumah hilang disapu
gelombang. Serta gedung, pelayanan pablik, serta fasilitas lainya runtuh.
Tragedi
Tsunami telah mengajarkan pada kita bahwa semua kita akan Kembali kepada sang khalik
semoga para korban tsunami di terima amal ibadahnya dan diampuni dosanya serta
keluarga yang di tinggalkan di beikan ketabahan.
Aamin, tugas kita yang masih di berikan umur oleh Allah swt pergunakanlah
dengan memperbanyak amal ibadah dan menjauhi segala larangannya, saling
menasehat-nasehati pada kebaikan dan saling menasehat-nasehati pada kesabaran.
Harta, kedudukan,ilmu, keturunan, kecantikan ,ketampanan, sehat itu semua
adalah titipan sementara kelak di akhirat semua akan di minta pertanggung jawaban.
Hikmah
di balik tragedi tsunami konflik aceh berakhir, darurat militer di cabut.
Dengan perundingan damai mou Helsinki Finlandia antara Pemrintah Republic
Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka. Masayarakat Kembali hidup aman dan damai,
anak-anak bisa sekolah dengan tenang. Aceh Kembali menyongsong masa depan yang
lebih baik, Insya allah. Aceh Kembali bangkit dengan bantuan dari pemerintah
dalam negeri, bantuan internasional, ngo, lsm, serta 53 negara pendonor lainya.
Pembangunan terus dilakukan Gedung-gedung penyelamat, sekolah, failitas
Kesehatan, universitas, Gedung pelayanan public, perkantoran, perumahan anti
gempa, tempat ibadah,jalan, pabrik, tembok pemecah ombak, fasilitas umum dll.
Perencanaan
pembangunan dimulai dari pesisir pantai dengan tahap sebagai berikut:
1. Sensor alrm tsunami
2. Tembok pemecah ombak
3. Route penyelamat
4. Pabrik
5. Perkantoran
6. Sekolah
7. Fasilitas umum
8. Gedung penyelamat
9. Perumahan panggung
10. Rumah sakit
Stategi
tersebut dirancang untuk menurunkan kekuatan dan kecepatan gelombang tsunami
serta meminimalisir resiko jatuhnya banyak korban. Pentingnya mempelajarai
mitigasi bencana sejak dini terutama di
sekolah-sekolah agar generasi kita sadar dan waspada terhadap bencana serta
siap menghadapinya. Gempa adalah sunatullah jika tidak terjadi gempa maka bumi
akan meledak sesuai hukum fisika. Jika terjadi gempa segera keluar Gedung atau
rumah dengan kedua lengan melindungi kepala. jika tidak sempat larilah ke sudut
Gedung atau rumah di karenakan sudut memiliki kontruksi tulang besi. Jika
berada di pinggir pantai segera lari ke tempat yang tinggi untuk menghindari
gelombang tsunami. Demkianlah cerita true story saat gempa dan tsunami
menerjang aceh pada tanggal 26 desember 2004 yang lalu.
Semoga
kita bias mengambil pelajaran dari musibah gempa dan tsunami. Wassalam , terima
kasih



Comments
Post a Comment